TEBING SIMARSOLPA







Panjat tebing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45° dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.
Awalnya tak pernah terpikir di benakku bisa melakukan panjat tebing dikarenakan saya merupakan salah satu orang yang takut akan ketinggian. Saya merasa trauma akan ketinggian dikarenakan saya melihat banyak orang yang mengalami cedera yang cukup parah akibat jatuh dari ketinggian. Bermula dari situlah saya camkan bahwa saya tidak akan melakukan suatu hal yang berhubungan soal ketinggian.
Saya merupakan mahasiswa dari Universitas Sumatra Utara dari Fakultas Kehutanan 2018. Saya sekarang merupakan salah satu calon anggota dari suatu mapala yaitu KOMPAS USU. Dalam hal ini ternyata untuk menjadi syarat masuk menjadi anggota harus melewati beberapa rangkaian aktifitas yang harus dilakukan dan salah satunya yaitu panjat tebing. Awalnya saya ragu akan melakukan hal tersebut dikarenakan akan takutnya dengan ketinggian. Ternyata setelah melewati beberapa rangkain pelatihan ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Dimana awalnya saya sangat takut akan ketinggian perlahan berkurang. Tepatnya pada tanggal 23-26 Mei 2019 kami melakukan pengaplikasian tentang apa yang kami pelajari selama ini. Tempat yang kami tuju iyalah suatu tebing yang ada di Kabupatenn Simalungun yakni Tebing Simarsolpa.
Kebarangkatan kami dimulai dari cek list alat dari para calon anggota yang ikut dalam kegiatan panjat tebing yang akan dilaksanakan. Cek list alat dimulai dari barang yang akan dibawa ke tebing seperti perlengkapan waib dan tambahan yang harus di bawa oleh para calon anggota. Pada cek list alat ini kami masi ceroboh dan melakuka banyak kesalahan seperti tidak memba perlengkapan yang sudah di tetapkan dan atas kecerobohan kami ini kami pun mendapatkan konsekuensi dari kakanda yang menanggungjawab.
Tepat pada tanggal 22 Mei 2019 mulai pukul 17:00 WIB kegiatan mulai dilakukan seperti packing barang, makanan , dan alat yang akan dibawa serta karantina kepada calon anggora yang akan berangkat. Pada tahap ini kami pun melakukan kesalahan seperti telat dan tidak membawa surat ijin. Setelah malakukan packing kami mangadakan briefing bersama kakanda insrtuktur yang akan menjaga dan mengawasi kami selama berkegiatan di lapangan nantinya. Pada saat briefing kami diberi suatu tata tertib yang harus dilaksanakan oleh seluruh calon anggota. Setelah briefing selesai kami pun di suruh membuat tenda untuk istirahat.
Kamis 23 Mei 2019 tepat pukul 03:30 WIB kami pun bangun dan melakukan management camp yang terdiri dari makan pagi, packing barang dan melipat tenda. Pada saat itu kami masi dalam keadaan tenang dan tiba tiba kakak instruktur sudah menunggu untuk melakukan pemanasan dan jogging dua kali keliling gedung fasilkom TI dan lanjut membayar konsekuensi. Setelah selesai jogging kami membersihkan halaman sekret KOMPAS-USU. Sebelum berangkat ke Tebing Simarsolpa diadakan upacara pelepasan terlebih dulu dan setelah itu mulailah perjalanan dengan berjalan kaki dari sekret KOMPAS-USU menuju Simpang Sumber dari simpang Sumber menuju terminal bus Rajawali dengan mengendarai angkutan umum dan dari terminal bus Rajawali menuju terminal Bandar Sakti dan dari terminal Bandar Sakti menuju ke Tebing Simarsolpa tepatnya di Desa Duran Banggal.
Setibanya di sana kami singgah di suatu rumah seorang penjaga tebing tersebut dan meminta ijin kepadanya bahwa kami akan mendaki tebing tersebut. Setelah itu kami langsung pergi ke tebing untuk melihat keadaaan tebing dan mencoba menggambarkaan jalur yang akan kami lalui esoknya. Setelah kami malakukan pengamatan tebing kami pun kembali ke rumah penjaga tebing tersebut dan mendirikan tenda untuk kami beristirahat selama kami berkegiatan disana. Kami pun diberi waktu oleh kakanda instruktur untuk melakukan management camp. Setelah management camp selesai kami pun disuruh berkumpul di depan tenda kakanda instruktur untuk melakukan briefing dan evaluasi terhadap yang dilakukan dari mulai karantina sampai management camp. Setelah melakukan evaluasi kami pun disuruh untuk beristirahat untuk mengumpulka tenaga supaya esoknya sangggup untuk melakukan kegiatan.
Pada tanggal 24 Mei 2019 tepatnya jam 03:30 seperti biasa kami pun bangun tidur dan melakukan managemant camp mulai dari masak, sarapan dan mempersiapkan alat yang akan di bawa ke tebing. Setelah management camp selesai kakanda instruktur datang ke tenda kami dan munyuruh kami uuntuk membayar konsekuensi yang telah kami terima dan sekalian melakukan pemanasan untuk peregangan supaya nantinya melakukan pemanjatan otot otot tidak kram.
Setelah melakukan pemanasan tepatnya 07:25 kami pun bergegas pergin ke tebing dan setiba di tebing kami pun melakukan pengecekan peralatan yamg akan kami gunakan dalam pemanjatan natinya. Setelah melakukan pengecekan alat kami pun diberi pengaraha dari kakanda instruktur dan kakanda nstruktur melakukan simulasi pemanjatan. Setelah melakukan simulasi kami pun disuruh melakukan pemanjatan yang di bagi menjadi 2 kelompok yakni management pitch dan sport climbing. Saya sendiri mencoba di bagian management pitch tepatnya sebagai belayer. Proses pemanjatan  berjalan denga lancar hanya saja kami masi lama dalam melakukan pemanjatan. Di posisi lain tepatnya di sport climbing teman kami melakukan pemanjatan  akan tetapi dalam pemanjatan mereka kurang mereka sedikit kurang lancar di karenakan climber mereka mengalami kecelakan pemanjatan segingga jatuh dari tebing.
Setelah pemanjatan selesai kami pun diberi waktu istirahat sejenak untuk isoma. Setelah isoma selesai kami pun kembali untuk melakukan pemanjatan yang dimana posisi kami ditukar tim saya di bagian sport climbing dan tim yang lain di bagian management pitch. Proses pemanjatan berjalan lancar hanya saja kendala nya hanya pada saat hujan turun kami pun mulai panik dikarenakan kondisi tebing mulai basah dan licin. Pada saat itu kami pun Kalianda instruktur menyuruh kami melanjutkan pemanjatan, kamipun bingung serta kurang berani untuk melakukan pemanjatan dikarenakan kondisi tebing yang basah dan licin hingga pada saat instruktur memperingati kami karena tidak ada yang mau melakukan pemanjatan. Akhirnya kami pun melakukan pemanjatan walaupun proses pemanjatan nya tidak berjalan dengan baik. Walau begitu kami terus menciumi untuk memanjat dan akhirnya berhasil juga walaupun Masi sedikit lama. Setelah pemanjatan selesai kami pun mempacking alat-alat yang kami gunakan untuk pemanjatan dan setelah mempacking kami pun kembali ke tenda kami untuk melakukan kegiatan selanjutnya yakni manajemen camp. Setelah manajemen camp selesai seperti biasa kami pun melakukan briefing dan evaluasi bersama kakanda instruktur. Pada waktu ini kami ditanyakan tentang hal-hal apa saja yang di dapat serta kondisi pribadi kami masing-masing para calon anggota. Setelah selesai melakukan briefing dan evaluasi kami pun kembali ke tenda kami masing-masing untuk istirahat. Sebelum istirahat kami pun terlebih dahulu membayar konsekuensi yang kami terima selama ini.
Sabtu, 25 Mei 2019 tepat pukul 03:30 WIB kami bangun dan kembali melakukan manajemen camp. Disini kami merasa kelelahan dikarenakan akibat dari pemanjatan semalam. Setelah melakukan manajemen camp kami pun melakukan pemanasan untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Setelah melakukan pemanasan tepat pukul 07:50 kami pun melanjutkan kegiatan kami yakni sosped di desa tersebut. Setelah sampai di desa kaki pun dibagi menjadi dua kelompok. Di dalam sosped ini kami kami menanyakan hal-hal yang sudah kami rangkum sebelumnya seperti kondisi desa, sejarah desa, sumber pendapatan warga, dll. Kami pun berpencar untuk menanyakan kepada warga di desa tersebut. Setelah data yang kami inginkan tercapai kami pun kembali ke tenda kami. Setiba di tenda kami pun diberi waktu untuk istirahat dan makan siang serta melanjutkan untuk management camp. Setelah manajemen camp selesai seperti biasa kami melakukan briefing dan evaluasi bersama kakanda instruktur. Setelah briefing dan evaluasi selesai kami pun kembali beristirahat untuk melakukan kegiatan berikutnya.
Minggu, 26 Mei 2019 tepat hari terakhir kami berada di desa tersebut untuk melakukan kegiatan kami. Seperti biasa pukul 03:30 kami pun bangun dan melakukan manajemen camp. Tidak seperti biasanya kami di suruh kakanda instruktur melakukan kegiatan lebih cepat dikarenakan angkutan di daerah tersebut hanya satu dan beroperasinya hanya pada pagi hari. Walaupun waktunya lebih cepat manajemen camp masih berjalan dengan baik mulai dari mempacking semua alat dan barang-barang perlengkapan kami dan peralatan pemanjatan serta melipat tenda dan membersihkan Sekitaran tenda kami semua berjalan dengan lancar. Tepat pukul 06:00 WIB kami pun pamit kepada penjaga tebing tersebut dan berangkat dari desa tersebut. Rute perjalanan kami pun masih sama seperti rute keberangkatan kami sebelumnya yakni menggunakan angkutan raya dari desa tersebut menuju terminal Bandar Sakti dan dari terminal Bandar Sakti menggunakan angkutan Rajawali menuju terminal Rajawali dan dari terminal Rajawali menuju sekretariat KOMPAS USU menggunakan angkutan 64. Setelah sampai di sekret kami pun mengadakan briefing dan evaluasi terakhir bersama kakanda instruktur. Disini kami ditanyakan evaluasi dari karantina sampai akhir kegiatan serta kami ditanyakan mengenai sifat dari setiap calon anggota masing-masing. Setelah briefing dan evaluasi berakhir kami pun melanjutkan kegiatan kami yakni mencuci alat-alat yang kami pakai selama berkegiatan di lapangan. Setelah semuanya telah selesai kami cuci kami pun bergegas untuk pulang ke rumah kami masing-masing.


Komentar